Senin, 04 Maret 2013

DUWISTAAXA95KANG SAN3 4



BENTUK, SIKAP DAN MANFAAT PERJANJIAN INTERNASIONAL
A.    Bentuk-bentuk Kerja sama di Bidang Ekonomi
Tidak ada negara yang mampu memenuhi kebutuhan penduduknya sendiri. Untuk itu setiap negara harus melakukan kerja sama dengan negara lain. Dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, badan-badan kerja sama internasional di bidang ekonomi pun di bentuk. Bentuk kerja sama tersebut bisa berupa bilateral, regional, dan multilateral.
1.      Kerja sama Ekonomi Bilateral
Adalah kerja sama ekonomi antara satu negara dan negara lain. Contohnya kerja sama Indonesia dengan Jepang. Jadi intinya adalah kerja sama bilateral adalah kerja sama yang hanya melibatkan dua negara saja. Contohnya;  Perjanjian bilateral antara Republik Indonesia dan Australia mengenai pertahanan dan keamanan wilayah kedua Negara pada tanggal 16 Desember 1995. Konvensi Hukum Laut Internasional tahun 1982 tentang Laut Teritorial, Zona bersebelahan, Zona Ekonomi Eksklusif, dan Landas Benua.

2.      Kerja sama Ekonomi Regional
Adalah kerja sama antara beberapa negara yang terletak dalam satu kawasan. Contoh badan ekonomi Regional yang paling penting adalah:
ASEAN merupakan organisasi regional yang bersifat bebas dalam hal keanggotaannya. Sifat keanggotaannya berdasarkan sukarela dari masing-masing negara. Kedudukannya adalah sederajat. Masing-masing negara tetap memegang ciri khas negaranya dan berdaulat penuh.
3.      Kerja sama Ekonomi Multilateral
Adalah kerja sama yang bebas dilakukan oleh negara manapun dan tanpa ada kawasan tertentu. Misalnya adalah satu negara berhak melakukan kerja sama dengan satu negara atau lebih, asalkan negara tersebut mampu melaksanakan kewajibannya dengan baik.contohnya; Kerjasama ekonomi APEC
Kerjasama OPEC,  Kerjasama ASIA AFRIKA. http://kewarganegaraan-rosi.blogspot.com
B.     Sikap terhadap Kerja sama dan Perjanjian
Kerja sama dan perjanjian internasional yang dilakukan Indonesia bertujuan untuk memberikan manfaat bagi rakyatnya demi mewujudkan tujuan nasional. Bangsa Indonesia dan termasuk kita di dalamnya berkewajiban memberikan dukungan-dukungan sebagai berikut:
1.      Sikap tidak memihak
Bangsa Indonesia tidak mau mengikat dalam satu pertahanan saja ataupun terlibat dalam satu pihak, melainkan Indonesia ingin bersikap netral.
2.      Peduli dan mendukung kegiatan, mewujudkan perdamaian
Indonesia selalu berperan dan mendukung perdamaian dunia. Hal-hal yang dilakukan Indonesia dalam berpartisipasi mempertahankan perdamaian dunia ditujukan sebagai berikut:
a)      Indonesia memberikan bantuan materi dalam berbagai bencana alam yang terjadi di negara-negara lain.
b)      Indonesia mengirimkan pasukan garuda untuk bergabung dengan pasukan perdamaian.
3.      Mendukung perjuangan dikolonisasi
Dengan sikap konsisten Indonesia membantah Palestina untuk menjadi negara merdeka.
4.      Membina dan bekerja sama dengan negara-negara lain di dunia
Indonesia berusaha membina persahabatan dan kerja sama dengan negara lain. Kerja sama ini dilandasi dengan tidak membeda-bedakan status ataupun derajat.
5.      Sikap terbuka dalam kerja sama internasional
Indonesia tidak membeda-bedakan bantuan dari negara lain, asalkan bermanfaat bagi Indonesia, maka Indonesia akan menerima bantuan tersebut dengan terbuka.
C.    Manfaat Kerja sama dan Perjanjian Internasional
Dalam rangka menciptakan perdamaian dunia yang abadi, adil dan sejahtera, negara kita harus tetap melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Dengan melakukan kerja sama internasional maka akan lebih menjamin persahabatan antar bangsa. Manfaat yang diperoleh dari kerja sama antar bangsa di antaranya sebagai berikut:
1.      Bidang Ideologi, akan saling menghormati meskipun terjadi perbedaan landasan atau falsafah negara.
2.      Bidang Politik, sama-sama berorientasi pada kepentingan nasional.
3.      Bidang Ekonomi, adanya kerja sama yang saling menguntungkan satu sama lain untuk meningkatkan kesejahteraan, terjadi hubungan perdagangan ekspor impor.
4.      Bidang Sosial Budaya, saling melengkapi namun tetap berpedoman pada kepribadian bangsa masing-masing
5.      Bidang pertahanan dan keamanan, adanya latihan perang bersama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan.
Bangsa Indonesia menjalin hubungan antar bangsa, Indonesia melakukan kebijaksanaan tersebut dalam bentuk hubungan luar negeri. Pelaksanaan hubungan luar negeri oleh bangsa Indonesia didasarkan pada asas keamanan derajat, saling menghormati, saling menguntungkan dan tidak saling mencampuri hubungan dalam negeri masing-masing.(Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan,34-40)

1 komentar: