BENTUK, SIKAP DAN MANFAAT PERJANJIAN INTERNASIONAL
A.
Bentuk-bentuk Kerja sama di
Bidang Ekonomi
Tidak ada negara yang mampu memenuhi kebutuhan
penduduknya sendiri. Untuk itu setiap negara harus melakukan kerja sama dengan
negara lain. Dalam rangka meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi,
badan-badan kerja sama internasional di bidang ekonomi pun di bentuk. Bentuk
kerja sama tersebut bisa berupa bilateral, regional, dan multilateral.
1.
Kerja sama Ekonomi Bilateral
Adalah kerja sama ekonomi antara satu negara
dan negara lain. Contohnya kerja sama Indonesia dengan Jepang. Jadi intinya
adalah kerja sama bilateral adalah kerja sama yang hanya melibatkan dua negara
saja. Contohnya; Perjanjian
bilateral antara Republik Indonesia dan Australia mengenai pertahanan dan
keamanan wilayah kedua Negara pada tanggal 16 Desember 1995. Konvensi Hukum Laut Internasional tahun 1982 tentang Laut Teritorial, Zona bersebelahan, Zona Ekonomi Eksklusif, dan Landas Benua.
2.
Kerja sama Ekonomi Regional
Adalah kerja sama antara
beberapa negara yang terletak dalam satu kawasan. Contoh badan ekonomi Regional
yang paling penting adalah:
ASEAN merupakan organisasi
regional yang bersifat bebas dalam hal keanggotaannya. Sifat keanggotaannya
berdasarkan sukarela dari masing-masing negara. Kedudukannya adalah sederajat.
Masing-masing negara tetap memegang ciri khas negaranya dan berdaulat penuh.
3.
Kerja sama Ekonomi Multilateral
Adalah kerja sama yang bebas
dilakukan oleh negara manapun dan tanpa ada kawasan tertentu. Misalnya adalah
satu negara berhak melakukan kerja sama dengan satu negara atau lebih, asalkan
negara tersebut mampu melaksanakan kewajibannya dengan baik.contohnya; Kerjasama ekonomi APEC
Kerjasama OPEC, Kerjasama ASIA AFRIKA. http://kewarganegaraan-rosi.blogspot.com
Kerjasama OPEC, Kerjasama ASIA AFRIKA. http://kewarganegaraan-rosi.blogspot.com
B.
Sikap terhadap Kerja sama
dan Perjanjian
Kerja sama dan perjanjian internasional yang
dilakukan Indonesia bertujuan untuk memberikan manfaat bagi rakyatnya demi
mewujudkan tujuan nasional. Bangsa Indonesia dan termasuk kita di dalamnya
berkewajiban memberikan dukungan-dukungan sebagai berikut:
1.
Sikap tidak memihak
Bangsa Indonesia tidak mau
mengikat dalam satu pertahanan saja ataupun terlibat dalam satu pihak,
melainkan Indonesia ingin bersikap netral.
2.
Peduli dan mendukung kegiatan,
mewujudkan perdamaian
Indonesia selalu berperan
dan mendukung perdamaian dunia. Hal-hal yang dilakukan Indonesia dalam
berpartisipasi mempertahankan perdamaian dunia ditujukan sebagai berikut:
a)
Indonesia memberikan bantuan
materi dalam berbagai bencana alam yang terjadi di negara-negara lain.
b)
Indonesia mengirimkan pasukan
garuda untuk bergabung dengan pasukan perdamaian.
3.
Mendukung perjuangan dikolonisasi
Dengan sikap konsisten
Indonesia membantah Palestina untuk menjadi negara merdeka.
4.
Membina dan bekerja sama dengan
negara-negara lain di dunia
Indonesia berusaha membina
persahabatan dan kerja sama dengan negara lain. Kerja sama ini dilandasi dengan
tidak membeda-bedakan status ataupun derajat.
5.
Sikap terbuka dalam kerja sama
internasional
Indonesia tidak
membeda-bedakan bantuan dari negara lain, asalkan bermanfaat bagi Indonesia,
maka Indonesia akan menerima bantuan tersebut dengan terbuka.
C.
Manfaat Kerja sama dan
Perjanjian Internasional
Dalam rangka menciptakan perdamaian dunia yang
abadi, adil dan sejahtera, negara kita harus tetap melakukan politik luar
negeri yang bebas dan aktif. Dengan melakukan kerja sama internasional maka
akan lebih menjamin persahabatan antar bangsa. Manfaat yang diperoleh dari
kerja sama antar bangsa di antaranya sebagai berikut:
1.
Bidang Ideologi, akan saling
menghormati meskipun terjadi perbedaan landasan atau falsafah negara.
2.
Bidang Politik, sama-sama
berorientasi pada kepentingan nasional.
3.
Bidang Ekonomi, adanya kerja sama
yang saling menguntungkan satu sama lain untuk meningkatkan kesejahteraan,
terjadi hubungan perdagangan ekspor impor.
4.
Bidang Sosial Budaya, saling
melengkapi namun tetap berpedoman pada kepribadian bangsa masing-masing
5.
Bidang pertahanan dan keamanan,
adanya latihan perang bersama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan
keamanan.
Bangsa Indonesia menjalin
hubungan antar bangsa, Indonesia melakukan kebijaksanaan tersebut dalam bentuk
hubungan luar negeri. Pelaksanaan hubungan luar negeri oleh bangsa Indonesia
didasarkan pada asas keamanan derajat, saling menghormati, saling menguntungkan
dan tidak saling mencampuri hubungan dalam negeri masing-masing.(Buku Ajar
Pendidikan Kewarganegaraan,34-40)
NICE
BalasHapuskunjungi blog saya juga ya, di pelitawisatakita